Bagikan!


Selasa, 30 Mei 2017

Persis Tanggal 25 Desember 2016, Roti Maida Diluncurkan: 50 Peserta Dapat Tester Gratis

Penulis ( Editor ) Nurfatoni  




Roti Maida–awalnya oleh pwmu.co ditulis ‘Roti Almaidah’–memang fenomenal. Belum resmi di-launcihng, kabarnya sudah menggemparkan para nitizen. Berita yang awalnya secara eksklusif diturunkan oleh media resmi Muhammadiyah Jatim ini, akhirnya juga ditulis oleh media on line lainnya, termasuk situs nasional viva.co.id.

Sampai tulisan ini dibuat, Kamis (22/12) pukul 11.24, viewer berita yang di-up load pwmu.co 16 Desember 2016 lalu telah mencapai 34.045. Dan sampai kini berita tersebut masih dicari pembaca.

Bukan itu saja, banyak pembaca yang mengubungi redaksi setelah mereka membaca berita Sari Roti Diboikot, Roti Almaidah Siap Dilaunching Muhammadiyah Surabaya. Ada yang dari Kalimantan, juga Jayapura. Intinya mereka ingin bergabung menjadi investor.

Tapi, ada juga yang meragukannya. “Ternyata itu kan masih harapan yang di-launching bukan rotinya, orang belum ada pabriknya,” kata salah seorang di grup WhatsApp. Bahkan ada yang nyinyir, seolah boikot Sari Roti sudah direncanakan sejak awal untuk kelahiran Roti Maida. “Wahahahahahaha. Ini epic! Begitu gerakan boikot Sari Roti dilakukan, Muhammadiyah Surabaya meluncurkan roti Al Maidah. Ini artinya sudah disiapkan sejak lama dong?” tulis Ade Armando pada akun Facebook-nya.

Menanggapi respon positif dan sejumlah keraguan itu, Sekretaris Pimpinan Daerah (PDM) Muhammadiyah Kota Surabaya HM Arif An SH mengatakan, itu merupakan langkah awal yang bagus sebagai testcase. “Respon positif dari masyarakat itu menunjukkan bahwa kehadiran produk ini sangat dinantikan,” ungkapnya.

Tentang adanya keraguan, Arif An mengatakan bahwa hal itu biasa. “Akan kita buktikan bahwa ini sungguh-sungguh. Insyaallah Roti Maida akan kita soft launching pada Pengajian Sang Pencerah Ahad, 25 Desember 2016, di Masjid Jenderal Sudirman, Jalan Dharmawangsa No 2 Surabaya.”

Soft launching itu, kata dia, untuk menjawab tantangan bahwa umat Islam harus mampu menggarap ekonominya sendiri secara mandiri. “Sekaligus menjadi perhatian yang lain: jangan sekali-kali melakukan tindakan yang menyakiti umat Islam,” turunya pada pwmu.co, Kamis (22/12) pagi.


Arif An menuturkan, Roti Maida bukan untuk Muhammadiyah. Bukan pula untuk umat Islam saja. Tapi Roti Maida diproduksi untuk public luas. “Roti Maida didirikan karena kesadaran umat bahwa ekonomi umat harus berdaya. Roti Maida adalah salah satu usaha ekonomi PDM Surabaya sekaligus sebagai wujud realisasi dari tagline Muhammadiyah Surabaya SIAP (Sosio, Enterepreneur, dan Pendidikan).”

Soal polemik nama atau merek yang mengambil salah satu surat Alquran, Ketua PDM Kota Surabaya Dr Mahsun Jayadi MA menjelaskan bahwa nama yang dipakai bukan Almaidah, seperi nama surat ke-5 dalam Alquran. “Merek roti kita Maida, bukan Al Maidah,” ungkapnya kepada pwmu.co di sela-sela kesibukannya sebagai Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Surabaya.




Ketua PDM Kota Surabaya Dr Mahsun Jayadi MA (foto Fery Yudi)

Menurut pria asli Paciran Lamongan itu, maidah dalam bahasa Arab adalah bentuk isim nakirah (kata umum) yang bermakna sebuah hidangan. “Sedangkan Almaidah adalah isim makrifat (dikenal/paten, dengan tambahan ‘al’), yang menunjukkan nama salah satu surat dalam Alquran (menunjukkan makna hidangan ini),” jelas dia.

Menurut Mahsun, ke depan bisa saja Maida menjadi merek semua produk Muhammadiyah. Misalnya Madu Maida, Katering Maida, atau Maida E-tiketing. Jadi, tambah Mahsun, meskipun namanya Maida tetapi masyarakat luas bisa saja menyebutnya Almaidah. “Gak apa-apa. Karena memang spiritnya adalah momentum surat Almaidah 51 yang terkenal itu. Spiritnya: Almaidah, mereknya Maida,” jelas Mahsun.

Sekretaris Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) PDM Kota Surabaya May Pandu menjelaskan, di saat soft launching para investor Roti Maida akan dikumpulkan. “Agendanya pemberian sertifikat kepemilikan saham,” ujarnya. Pandu menuturkan, sampai saat ini ada 100 investor yang tercatat. Artinya sudah terkumpul dan Rp 100 juta, karena harga per saham adalah Rp 1 juta. “Tapi untuk sementara kami tutup investasi sahamnya.”

Joane Hendrawati SH, Ketua MEK Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Surabaya, mengatakan Roti Maida merupakan program pemberdayaan masyarakat berbasis jamaah. “Salah satunya adalah pemberdayaan saudagar Muhammadiyah dan saudagarwati Aisyiyah. Dalam hal ini, produksi Roti Maida akan dilakukan oleh UKM binaan kami.“

Ina, pemilik Inapie–salah satu UKM yang digandeng untuk proyek ini–merasa bersyukur atas lahirnya Roti Maida. “Semoga nanti bisa diproduksi dalam jumlah besar. Otomatis akan ikut meningkatkan taraf hidup masyarakat kecil yang terlibat doi dalamnya.” Selain Inapie, MEK PDM dan PDA Kota Surabaya juga menggandeng UKM Choco.

Rencananya, dalam soft launching nanti, ada pembagian roti tester untuk 50 jamaah pengajian. Roti Maida–atau nama resminya Maida Cake and Bakery dengan tagline “Halal, Lezat, dan Ekonomis’ itu–punya banyak pilihan rasa, antara lain: Belah Coklat Keju, Pita Strasbourg, Abon Manise, Si kuro, Si Boyo, Blue Berry & Strawberry.

Ada pula Boy Keju, Boy Coklat, Coating Cokka, Pizza, Kapal Sosis. Keju Butter, Belah Coklat Kacang, Coklat Cup, Proses coklat, Sepatu Coklat, Pisang Teropong, Jumbo 3 Rasa, dan Blueberrry Cup.

Bagi yang berminat bisa menghubungi May Pandu di nomer 0856 4825 7859 dan Joanne di nomer 0811 321 294. (Fery Yudi AS)


Sumber : Pwmu.co


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Grand Opening, 212 Mart Semarang Raup Omzet Rp 13 Juta Lebih

Tidak ada target khusus, berapapun omzet 212 Mart Semarang saat grand opening akan disyukuri karena itu berkah dari Allah SWT. Ger...

Artikel Populer