Bagikan!


Senin, 19 Juni 2017

212 Mart, Bukti Semangat Umat Mandiri Secara Ekonomi




Membangun ekonomi umat melalui 212 Mart dengan konsep berjamaah, amanah dan izzah.

212 Mart ketujuh ini didirikan oleh Koperasi Usaha Mulya Bersama, pada Sabtu (10/6) di Ruko Zamrud Blok A05, Jalan Raya Dukuh Zamrud, Pedurean, Mustika Jaya, Bekasi, Jawa Barat.

Kepada Koperasi Syariah 212 (KS 212) Komaludin, Penanggungjawab 212 Mart Mustika Jaya mengatakan,  pendirian 212 Mart ini bertujuan untuk membangkitkan semangat umat Muslim dalam mengembangkan ekonomi umat Muslim Indonesia.

”212 Mart Mustika Jaya ini konsepnya berjamaah dari umat, oleh umat, dan untuk umat. Kami saling memberikan semangat agar mandiri secara ekonomi, dan harapannya agar jamaah itu merasa memiliki tokok tersebut, ” ujar Komaludin.

Setidaknya, ada 340 orang bergabung mendirikan 212 Mart Mustika Jaya ini melalui Koperasi Usaha Muslya Bersama. Seluruh anggota koperasi ini sudah bergabung dengan Koperasi Syariah 212 (KS 212) Pusat dengan membentuk sebuah komunitas KS 212 Mustika Jaya.

Investasi Mendirikan 212 Mart Mustika Jaya       
Komaludin menjelaskan, awalnya komunitas KS 212 Mustika Jaya ini ingin mendirikan mini mart KITAMart. Tapi setelah KS 212 Pusat kemudian memutuskan bahwa beralih brand menjadi 212 Mart, maka mereka pun menyambut baik.

”Menyambut baiknya, kita masih punya waktu untuk belajar dan melegalkan badan hukum koperasi kita sebagai kendaraan untuk mendirikan 212 Mart, sesuai aturan yang ditentukan KS 212 Pusat,” ujar Komaludin.

Setelah terkumpul dana sebesar Rp 790 juta dari sekitar 340 investor, Koperasi Usaha Mulya Bersama pun siap mendirikan 212 Mart Mustika Jaya.  Modal yang terkumpul itu dari investasi para anggota dengan varian jumlah  antara Rp 500 ribu- Rp 5 juta. Bahkan ada yang lebih.

Namun, kata Komaludin, anggota yang mengucurkan dana lebih dihimbau untuk menurunkan nominal tersebut. Misalnya, Rp 15 juta-Rp 20 juta.  Ini tujuannya agar jamaah lain yang ingin bergabung bisa mendapat kesempatan mendonasikan. Harapannya, jika  banyak jamaahnya, maka 212 Mart semakin banyak yang belanja.

Menurut Komaludin, jamaah banyak itu sudah menjadi modal 212 Mart Mustika Jaya. Karena toko ini milik jamaah, dan diharapkan mereka meramaikan transaksi berbelanja di toko ini.

”212 Mart ini aset umat. Umat Muslim yang menjadi anggota koperasi harus belanja di 212 Mart ini. Bersama-sama meramaikan transaksi toko ini dan menjaga amanah membangkitkan ekonomi umat,” tegasnya.

Dengan gerak cepat hanya dengan waktu 21 hari, 212 Mart Mustika Jaya sudah sukses diresmikan.  212 Mart Mustika Jaya ini tipe C Plus.  Yang dimaksud tipe C Plus kata Komaludin adalah modal sebesar Rp 375 juta ditambah lagi Rp 36 juta untuk tambahan aneka produk. Sedangkan untuk sewa rukonya selama lima tahun kedepan, namun demikian baru dibayarkan untuk tiga tahun yakni sebesar Rp 325 juta.

”Jadi pertahunnya Rp 65 juta. Rukonya dua lantai. Lantai pertama operasional 212 Mart, dan lantai dua untuk kantor dan kegiatan lainnya,” ujarnya.

Koperasi Usaha Mulya Bersama ini, saat ini hanya fokus untuk mengembangkan 212 Mart saja. Komaludin menargetkan setiap harinya 212 Mart Mustika Jaya meraup omzet kisaran Rp 12 juta hingga Rp 15 juta.

”Tipe C itu standar omzet perhari itu antara Rp 7 juta-Rp 8 juta. Tapi kita targetkan bisa meraup Rp 12 juta perharinya. Nah, khusus pembukaan ini puluhan juta omzetnya terlihat yang belanja banyak sekali sampai ada jamaah yang nggak kebagian barang. Kami kewalahan,” ungkap Komaludin.

Koperasi Usaha Muslya Bersama ini juga sudah berbasis web, sehingga semua anggotanya bisa mengakses simpanan di web secara online. Setiap anggota juga akan mendapatkan kartu keanggotannya yang bisa dipakai saat berbelanja di 212 Mart ini.  Semua belanja dan transaksi anggota terekam, jadi sifatnya transparan dan amanah.

Di Mustika Jaya, kata Komaludin, rencananya akan didirikan lagi dua mini mart 212 Mart yaitu di Mutiara Gading Timur dan Bantar Gebang Residence. Oleh karena itu, Koperasi Usaha Mulya Bersama masih membuka peluang untuk anggota lain yang ingin investasi mengembangkan bisnis ritel Islami ini dalam upaya membangkitkan ekonomi umat.

Anggota Koperasi Usaha Mulya Bersama dikenakan simpanan pokok sebesar Rp 8000 perbulan, dan simpanan wajib Rp 12 ribu pertahunnya, serta simpanan suka rela dalam bentuk investasi.  Kisaran simpanan ini memang sangat kecil dengan tujuan agar tidak membebani para anggota komunitas KS 212 Mustika Jaya yang juga adalah anggota KS 212 Pusat.

”Koperasi ini salah satu upaya ikhtiar bersama dalam rangka membangun ekonomi umat melalui konsep berjamaah, amanah dan izzah,” pungkas Komaludin.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Grand Opening, 212 Mart Semarang Raup Omzet Rp 13 Juta Lebih

Tidak ada target khusus, berapapun omzet 212 Mart Semarang saat grand opening akan disyukuri karena itu berkah dari Allah SWT. Ger...

Artikel Populer