Bagikan!


Rabu, 14 Juni 2017

Aviliani Menyambut Baik Hadirnya 212 Mart




212 Mart harus ada pojok khusus untuk pasarkan produk-Usaha Kecil Menengah (UKM).

Avilliani, pakar ekonomi menilai secara umum Koperasi Syariah 212 (KS 212) berangkat dari semangat besar dan citra yang kuat. Kalau KS 212 ini dikelola dengan baik menjadi contoh baru untuk koperasi nasional. “Kalau dikelola dengan ghiroh dan komitmen profesional para pengurusnya, Koperasi Syariah 212 akan jadi bukti perjuangan ekonomi syariah yang mendorong kebangkitan ekonomi umat,” ujar Aviliani pada Koperasi Syariah 212 ditemui di kantor INDEF, Jakarta, Kamis (8/6).

Sebab menurut dia, ghirah KS 212 ini salah satunya menjadikan koperasi sebagai institusi bisnis sosial. Hal ini membuat adanya titik temu antara ekonomi syariah dengan konsep koperasi yaitu bisnis yang memberi dampak kepada anggotanya sehingga bisa menciptakan distribusi ekonomi yang lebih baik.

Aviliani menyarankan, dalam pengembangan bisnis KS 212 sebaiknya agar anggotanya dimulai dengan sistem franchise, misalnya seperti Alfamart ingin dibeli menjadi 212 Mart. Ini sebagai upaya untuk memudahkan dengan cepat bisnis ritel berkembang. Dengan sistem franchise ini menurutnya, bisa mempertemukan antara penyuplai sampai toko dan penjual barang-barang atau distributor.

Koperasi Syariah 212 ini ke depannya, lanjut dia, bisa main di sektor pertanian dan perindustrian. Menurutnya, jangan memulai koperasi itu dari simpan pinjam. Tapi mulainya dengan menjual barang-barang UKM, justeru itu yang harus dibantu pemasarannya.

Terkait telah didirikannya enam 212 Mart besutan KS 212, Aviliani menyambut baik. Salah satunya 212 Mart Pekayon adalah konsorsium dari Indomaret yang dibeli. “Itu bagus bisa beli Indomaret. Saya menyambut baik hadirnya 212 Mart,” ujarnya.

Yang penting kata dia, pengurus 212 Mart ini orangnya harus profesional dan mengedepankan ghirah sehingga komitmen-komitmen untuk mendorong kebangkitan ekonomi umat bisa dikembangkan.

Aviliani menyarankan, agar dalam pengembangan 212 Mart ada pojok khusus bagi produk-produk UKM. “Jangan kaya Indomaret dan Alfamart, nggak ada bedanya donk yang hanya menjual punya Unilever. Tapi bagaimana 212 Mart itu benar-benar ada pojok yang menjual produk hasil UKM para anggotannya,” ujarnya.

Terpenting lagi, kata dia, mulailah dengan model bagi hasil dalam pengembangan bisnis ritel dan lainnya. Karena Aviliani menilai saat ini pengelola bisnis atau usaha bisnis syariah yang menjalankan sistem bagi hasil baru Hotel Sofyan dan rumah makan Padang Sederhana.

”Nah, 212 Mart ini dengan mengedepankan sistem syariah harus mengedepankan sistem bagi hasil kepada anggotanya dari keuntungan yang diraih,” ujarnya.

Apalagi, lanjut dia, saat ini di negara manapun mengembangkan sistem syariah. Menurut Aviliani, sistem syariah ini tidak membuat orang malas malah termotivasi untuk berkembang. Hal ini dikarenakan ada sistem bagi hasil selain fixed income membuat anggota lebih rajin.

”Misalnya, rajin belanja di 212 Mart, banyak untungnya dapat bonus dan berkah. Sistem bagi hasil ini dikembangkan lebih baik akan menjadi contoh buat yang lainnya,” ujar Aviliani.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Omzet 212 Mart Griya Kenari Mas Rp 7-8 Juta per Hari

Omzet 212 Mart Griya Kenari Mas (GKM) pada grand opening (GO) mencapai Rp 41.150.000. Berlanjut di Rp 7-8 juta per hari ini. Peresm...

Artikel Populer