Bagikan!


Rabu, 14 Juni 2017

Kembangkan 212 Mart dengan Menjaga Ukhuwah




Diperlukan komitmen dan niat umat untuk mengembangkan bisnis ritel ini yaitu dengan berbelanja di 212 Mart ini.

Kini, Komunitas Koperasi Syariah 212 (KS 212) Semplak Bogor Barat, Kota Bogor, telah memiliki 212 Mart. Yakni mini mart Islami besutan KS 212 Pusat.

212 Mart Semplak ini tepatnya berada di Jalan Raya Semplak No. 1001, Kelurahan Semplak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat.  Atau sekitar 50 meter dari Tugu Helikopter Atang Senjaya (ATS).

Ketua Komunitas KS 212 Semplak Bogor Barat, Bambang Subur mengungkapkan, bahwa untuk mendirikan 212 Mart Semplak ini dibutuhkan waktu sekitar dua bulan.  Dalam urun waktu itu, diadakan rapat dan sosialisasi terkait semangat (ghirah) membangkitkan ekonomi umat.

“Untuk mendirikan 212 Mart ini modalnya adalah ghirah. Tapi cari ghirah itu susah. Kita pun merangkul Dewan Keluarga Masjid (DKM) dalam upaya sosialisasi kepada umat niat  baik mendirikan 212 Mart ini,” ujar Bambang kepada Koperasi Syariah 212 ditemui usai peresmian 212 Mart Semplak, di Bogor Barat, Kamis (3/5).

Bambang mengatakan, pendirian 212 Mart ini bertujuan untuk menumbuhkan potensi ekonomi umat, sehingga diharapkan umat mandiri secara ekonomi.  Kepemilikan 212 Mart Semplak Bogor ini adalah berjamahaan, setidaknya ada 250 orang yang bergabung berinvestasi untuk mendirikan mini market Islami ini.

“Mendirikan 212 Mart Semplak Bogor Barat ini, perorang menyetor dana dengan varian jumlah berbeda ada yang Rp 500 ribu-Rp 5 juta. Kita harapkan semakin banyak investor nanti kalau ada yang investasi lebih sejuta kita tukar,” ujar Bambang.

Istilah tukar itu, kata Bambang, misalnya ada seorang ibu yang ingin gabung investasi Rp 1 juta, sebaliknya seorang lagi investasi Rp 2 juta. Maka dibagi dua, hanya diperbolehkan investasi sejuta-sejuta saja. Harapannya, kata Bambang, dengan semakin banyak orang yang berinvestasi akan semakin banyak pula yang melakukan pembelian di 212 Mart Semplak ini.

Di mana setiap anggota komunitas KS 212 Semplak Bogor ini mendapatkan kartu keanggotaan berbelanja di 212 Mart ini. Kartu ini akan merekam semua transaksi belanja para anggota.  ”Semua belanja dan transaksi dia terekam. Nah setiap tahun akan ketahuan anggota yang banyak belanja dan sedikit belanja, hasil profitnya akan beda,” ujar Bambang.

Kembali Bambang menuturkan, kalau misalnya satu Kartu Keluarga (KK) belanjanya Rp 1 Juta. Nah, kalau misalnya anggotanya ada 500 orang, bisa mencapai Rp 500 juta pemasukan 212 Mart. Namun demikian, kata dia, kenyataannya agak sulit karena diperlukan komitmen dan niat menyatukan pentingnya penyadaran belanja secara Islami.

”Kalau tidak ini uang umat akan ke aseng –asing lagi. Maka diperlukan komitmen dan niat umat untuk membangkitkan ekonomi umat ini ya dengan belanja di 212 Mart,” ujar Bambang.

212 Mart Semplak Bogor ini berlantai dua. Lantai satu operasional 212 Mart dalam memasarkan produk-produk halal. Sedangkan lantai dua untuk kantor Komunitas KS 212 Semplak Bogor Barat.

”Kami sewa ruko ini 5 tahun ke depan, tapi baru bayar 3 tahun dulu. Pertahunnya enam puluh tujuh lima juta. Sisanya dibayar setelah tiga tahun. Ini termasuk murah lokasi pinggir jalan raya lagi,” ujar Bambang.

212 Mart Semplak ini adalah tipe B dengan modal sekitar Rp 300 juta. Modal ini hanya untuk inventori awal, yakni rak dan revovasi ruko, serta produk-produk aneka barang yang dipasarkan.

212 Mart Semplak ini juga menjual hasil produksi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Salah satu produk UMKM yang dipasarkan yaitu Keripik Kentang Balado produksi Teh Dian. ”Produk UKM yang dipasarkan di 212 Mart baru satu. InsyaAllah ke depan akan lebih banyak lagi,’ ujar Bambang.

Menurut Bambang, 212 Mart Semplak ini selain memudahkan umat Muslim berbelanja secara halal, juga untuk membina para anggota yang sudah memproduksi produk rumahan untuk dikembangkan dan punya pasar luas.  Karena selama ini, masyarakat Indonesia hanya menjadi pangsa pasar produk luar. Sedangkan produk UMKM anak bangsa sulit bersaing di pasar modern.

”212 Mart Semplak ini membantu pelaku UMKM memasarkan produknya. Kita bisa mengembangkan produk mereka lebih dikenal, ” ujarnya.

Rencananya, Komunitas Koperasi Syariah 212 Semplak Bogor Barat, Kota Bogor ini akan menargetkan lima belas (15)  212 Mart dengan konsep berjamaah melibatkan masjid dan mushola yang tergabung dalam DKM.

”Melihat animo besar umat, paling tidak di setiap kelurahan dan kecamatan ada satu 212 Mart di Kota Bogor ini, ” kata Bambang.
.
Untuk mewujudkan target tersebut, Bambang berharap semangat ghirah anggota Komunitas Koperasi Syariah 212 Semplak  Bogor Barta, Kota Bogor bisa menular menjadi  contoh bagi teman-teman lainnya.

Menurutnya, umat harus menghilangkan harokah-harokah, dan teruslah bersatu untuk pendirian 212 Mart sebanyak mungkin. Mengingat banyak pasar yang sudah hilang karena hadirnya si biru dan merah (Indomaret dan Alfamart). Maka 212 Mart ini harus besar sekalipun isi produk barangnya masih sama dengan mereka.

”Tidak masalah yang penting bertahap, seperti di katakan pak Ahmad Juwaini (Bendaraha Umum KS 212 Pusat) suatu saat kita akan kuasai distribution center (DS), distributor dan pabriknya,” ujar Bambang.

Harapan lainnya, Bambang menghimbau agar umat menjaga ukhuwah Islamiyah jangan sampai pecah karena pendirian 212 Mart ini ada aspek bisnisnya. Menurutnya, umat harus hati-hati dengan selalu mengedepkan aspek ukhuwah dibandingkan aspek bisnisnya.

”Kita harus profesional tapi jangan sampai pecah. Karena bikin komunitas itu mudah sekali, tapi harus tetap solid kedepannya sambil menumbuhkan 212 Mart ini,”  pungkas Bambang.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Omzet 212 Mart Griya Kenari Mas Rp 7-8 Juta per Hari

Omzet 212 Mart Griya Kenari Mas (GKM) pada grand opening (GO) mencapai Rp 41.150.000. Berlanjut di Rp 7-8 juta per hari ini. Peresm...

Artikel Populer