Bagikan!


Rabu, 28 Juni 2017

Koperasi Syariah 212 akan Membuka Diri di Semua Sektor




Ada beberapa komunitas yang sudah berkomunikasi ingin mendirikan rumah sakit sebagai jaringan mitra usaha Koperasi Syariah 212 (KS 212).

Bendahara Umum KS 212 Ahmad Juwaini menyebutkan, KS 212 ada yang berbasis wilayah dan bisnis. Karena pada prinsipnya KS 212 Pusat adalah ingin merangkul sebanyak mungkin jamaah, umat Muslim untuk mendukung kegiatan bersama dalam rangka kebangkitan ekonomi umat.

“Kita tidak dalam rangka untuk kepentingan individu dan masing-masing kelompok, tapi bagaimana bersama-sama mewakili kepentingan umat. Kita berharap sesungguhnya komunitas itu dapat bergabung bersama komunitas lainnya dan terus memperbesar keanggotannya,” ujar Ahmad dalam sambutannya pada peresmian 212 Mart Pekayon, Bekasi Selatan, Jawa Barat, belum lama ini.

Tapi, lanjut dia, andaikan ingin membuat komunitas sendiri, pengurus pusat KS 212 membolehkan sejauh persyaratannya tetap dipenuhi, misalnya keanggotaan komunitas 100 orang. “Jadi kami lebih mendahulukan kesamaan besarnya dibandingkan kesatuan-satuan kecilnya,” ujar Ahmad.

Misalnya, Ahmad mencontohkan,  sudah mendaftar menjadi anggota Koperasi Syariah Amanah Muttaqien Pekayon, maka pengurus pusat KS 212 menyaratkan harus menjadi anggota KS 212 juga.

Ahmad pun menghimbau Syahrial sebagai Ketua Koperasi Syariah Amanah Muttaqien untuk diperhatikan dan dijalankan, karena ini kebijakan KS 212 Pusat. Sehingga betul-betul kebersamaan  dalam mendukung kekuatan ekonomi  umat ini bisa terus kembangkan.

“InsyaAllah pada prinsipnya kami akan terus memperbanyak komunikasi. Sehingga kami terus mendapatkan masukan-masukan dari keluarga besar komunitas yang ada khususnya di Bekasi ini,” kata Ahmad.

Menurut Ahmad, pengurus pusat juga akan terus membuat kebijakan-kebijakan untuk mengembangkan komunitas KS 212 ini semakin luas. KS 212 selain fokus mengembangkan 212 Mart juga berfokus kepada properti dengan membangun Tower 212 kerjasama dengan salah satu developer di Margonda Depok, Jawa Barat.

Ini tidak menutup kemungkinan suatu hari ada juga proyek properti yang cocok di Bekasi atau wilayahnya seperti Bogor,  Cirebon atau Solo dan lainnya, KS 212 juga bisa bekerjasama untuk mengembangkan proyek-proyek properti yang mendukung kebangkitan ekonomi umat.

Pada prinsipnya, kata Ahmad, KS 212 akan bekerjasama dengan siapapun untuk mengembangkan bisnis dalam upaya mendorong kebangkitan ekonomi umat Muslim Indonesia. KS 212  juga sudah membuka rumah makan bersama komunitas yang namanya “Rumah Makan Bersama” kerjasama KS 212 di Jakarta.

“Nah  ini sebetulnya contoh,  bahwa ternyata KS 212 dapat bekerjasama untuk membuat minimarket atau mengelola minimarket, mengurus properti dengan mengelola apartemen Tower 212. Tapi kami juga bisa bekerjasama untuk pembuka atau pengembangan rumah makan yang dikelola bersama,” ungkap Ahmad yang juga menjabat sebagai Direktur Dompet Dhuafa University ini.

Bahkan tambah Ahmad, ada beberapa komunitas yang sudah berkomunikasi dengan KS 212 ingin mendirikan rumah sakit di Bekasi ini untuk menjadikan jaringan mitra usaha KS 212.  Selain itu, ada  yang ingin membuat usaha bahan-bahan makanan kerjasama dengan KS 212.

“Jadi prinsipnya kami akan membuka diri dengan semua sektor yang dimiliki umat yang ingin menjadi bagian jamaah keumatan yang tergabung dalam KS 212,” ujar Ahmad.

Tiga Peran KS 212

Menurut Ahmad, dalam hal membuka diri,  peran KS 212 pada dasarnya ada tiga yang  paling utama dalam pengembangan usaha.

Pertama, pembinaan ekonomi syariah, lalu nilai-nilai yang  ajarkan melalui pesan-pesan yang berguna melalui pengajian dan training ekonomi syariah. KS 212 Pusat menyadari bahwa pembinaan ekonomi syariah perlu diperhatikan supaya cara pandang umat dalam mengelola usaha ini benar secara syariah.

“Ini kami lakukan karena ini  prinsip utama KS 212 akan menjadikan setiap mitra usaha entah minimarket, rumah makan, properti, dan toko apapun bentuknya akan jadikan nomor satu sebagai wahana pembinaan ekonomi syariah,” ungkap Ahmad.

Kedua, KS 212 akan menyediakan satu proses komunikasi kepada publik tentang unit-unit usaha yang menjadi mitra KS 212. Caranya yakni dengan mempromosikan setiap unit-unit usaha mitra KS 212 tersebut baik dalam bentuk promosi online atau offline atau dengan selebaran.

Promosi ini menurut Ahmad akan terus dilakukan secara terus menerus sehingga umat tahu. “Ini lho ada minimarket 212 Mart Pekayon, ada rumah makan bersama, dan rumah sakit jaringan mitra usaha. KS 212. Promosi ini dilakukan secara luas, sehingga umat tahu di mana tempat dia akan membeli barang,” ujarnya.

Terakhir ketiga, untuk usaha-usaha yang memerlukan sertifikasi halal Majelis Ulama Indonesia (MUI), pengurus pusat  KS 212 akan mendampingi sampai usaha itu betul-betul mendapatkan sertifikat halal dari MUI.

“Tiga peran besar ini yang sementara  kami lakukan untuk diberikan kepada semua mitra usaha KS 212 dimanapun dalam sektor apapun,” pungkas Ahmad.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Omzet 212 Mart Griya Kenari Mas Rp 7-8 Juta per Hari

Omzet 212 Mart Griya Kenari Mas (GKM) pada grand opening (GO) mencapai Rp 41.150.000. Berlanjut di Rp 7-8 juta per hari ini. Peresm...

Artikel Populer