Bagikan!


Rabu, 28 Juni 2017

Koperasi Syariah 212 Harus Kuasai Sektor Hulu




Kalau Koperasi Syariah 212 mampu menguasai sektor hulu dan hilir, ini akan menggerakkan roda ekonomi umat.

Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu berharap hadirnya 212 Mart Pekayon mampu membawa peningkatan roda ekonomi di Kota Bekasi. Apalagi, kata dia, spiritnya adalah nilai-nilai spiritual umat Muslim yang sejalan dengan visi Kota Bekasi yaitu maju, sejahtera dan ikhsan.

“Ikhsan ini nilainya mampu memotivasi dan menyatukan dengan aktivitas-aktivias duniawi. Itu sebabnya kalau kita teliti mengapa Rasulullah Saw mengajarkan kepada kita doa: ‘Ya Allah kerahkan padaku ilmu yang bermanfaat, rejeki yang luas dan kesembuhan dari berbagai penyakit,’” ungkap Syaikhu dalam sambutannya saat meresmikan 212 Mart Pekayon, Bekasi Selatan, Jawa Barat, Kamis (25/5).

Menurutnya, tiga yang diminta pada doa itu adalah indikator indeks pembangunan manusia. Yaitu ilmu itu indeks pendidikan, rejeki yang luas itu indeks daya beli, dan kesehatan (indeks kesehatan).

Kalau tiga doa ini terwujud, Syaikhu optimis dapat meningkatkan indeks pembangunan manusia. ”Jadi luar biasa mandat futuristiknya Rasulullah Saw. sehingga sejak dulu beliau sudah mengaitkan itu, bahwa aktivitas-aktivitas kita di masjid, majelis taklim jangan kemudian kita menafikkan untuk berprestasi di dunia,” ungkapnya.

Umat Muslim, kata Syaikhu, harus aktif di masjid, ikut berprestasi di dunia usaha dan berbagai bidang lapangan kehidupan. Sehingga pada akhirnya lapangan kehidupan ini tidak ada yang blank spot atau kosong. ”Nggak ada umat Islam yang menguasai itu,” tukas Syaikhu.

Syaikhu mengungkapkan, bagaimana suasana kehidupan di masa Rasulullah Saw. Tidak ada satu spesialisasi pun yang hidup berkembang ketika itu melainkan umat Islam menguasai profesi itu dengan sebaik-baiknya. Sehingga terjadi transaksi-transaski kebutuhan umat Islam bisa tercukupinya sendiri. Itulah yang disebut menunaikan fardhu khifayah secara utuh.

”Jadi sekarang ini kira-kira kita banyak blank spotnya nggak pak? Kita pegang piranti seperti H.P Itu ada nggak ciptaan umat Islam? Nggak ada, paling kita hanya pekerja atau buruh saja, pemilik modal jarang-jarang. Makanya merk HP-nya asing bagi kita, Samsung-lah. Kalau yang bikin orang Bekasi, pasti akan dinamakan Delta, jadi jelas komunikasinya,” papar Syaikhu.

Masih banyaknya bidang-bidang usaha yang kosong yang belum bisa dikelola umat Muslim dengan baik. Oleh karena itu, Syaikhu berharap hadirnya Koperasi Syariah 212 (KS 212) menjadi upaya untuk mengisi ruang-ruang kosong di bidang ekonomi.

Menurutnya, bukan berarti kita tidak berekonomi, keseharian saja kita sudah menjadi konsumen. Apalagi ibu-ibu belanja setiap bulannya. Kita pandai untuk menjadi konsumen, bahkan cenderung konsumerisme apapun yang tidak perlu dibeli.

”Ini sebetulnya levelnya bukan di level hulu. Koperasi Syariah 212 dengan 212 Mart mesti ke hilir. Makanya, saya tadi bilang ke pak Ahmad Juwaini (Bendahara Umum Koperasi Syariah 212 –red), coba juga bagaimana ke depan kita harus sampai ke sektor hulunya,” ujarnya.

Sektor hulu yang dimaksud Syaikhu adalah bagaimana memproduksi kebutuhan-kebutuhan yang dibutuhkan oleh umat Muslim di sektor hilir. Misalnya, bagaimana kebutuhan mie instan dan lainnya.

”Nah, ini juga kita harus mampu menguasai di sektor hulu. Kalau hulu dan hilir ini semua berjalan dengan baik. Mudah-mudah akan menggerakkan roda ekonomi umat. Karena 212 Mart keberadaannya di Kota Bekasi, otomatis Pendapatan Domestik Regional Berjalan (PDRB) Kota Bekasi juga akan baik,” tukas Syaikhu.

Syaikhu menghimbau warga Bekasi untuk bersama-sama memajukan 212 Mart. Jangan sampai berputus asa, karena memang tak dipungkuri ketika kita semangat untuk membangun sesuatu termasuk di bidang ekonomi ternyata kemudian hancur akibat tangan-tangan jahil. Akhirnya menambah keputusan asaan karena tidak sukses.

Oleh karena itu, kata Syaikhu, keberadaan 212 Mart ini memang harus ada pengorbanan dari umat, terutama pengorbanan ibu-ibu. “Kalau Ibu-Ibu belanja di 212 Mart, mungkin ada satu produk harganya lebih murah di tempat lain. Kira-kira Ibu mau pilih yang mana? Harusnya pilih 212 Mart, karena mini mart ini punya kita (umat). Ya itu tadi koperasi dari kita untuk kita karena pemilik 212 Mart ini juga Bapak dan Ibu,” ujar Syaiku.

Namun demikian, kata Syaikhu, kalau terlalu pilih-pilih karena selisih sedikit akhirnya belanjanya di toko lain. Akhirnya di sini tidak laku, dan perputarannya lambat, akhirnya juga tidak bisa sukses. Ini bagian dari pengorbanan untuk kita membesarkan usaha 212 Mart ini secara bersama-sama.

Syaikhu pun berpesan agar 212 Mart Pekayon ini dikelola secara profesional, transparan dan bisa dipertanggungjawabkan kepada seluruh anggotanya yang bernaung di bawah Koperasi Syariah Amanah Muttaqien Pekayon.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Omzet 212 Mart Griya Kenari Mas Rp 7-8 Juta per Hari

Omzet 212 Mart Griya Kenari Mas (GKM) pada grand opening (GO) mencapai Rp 41.150.000. Berlanjut di Rp 7-8 juta per hari ini. Peresm...

Artikel Populer