Bagikan!


Minggu, 16 Juli 2017

KS 212 Mobile, Mobile Banking ala Koperasi, Milik Ummat




Fitur baru yang insyallah akan diluncurkan oleh Koperasi Syariah 212 dalam waktu dekat ini memungkinkan anggota melakukan transaksi keuangan via ponsel dan kartu anggota.

Beli token PLN, ke ATM atau minimarket? Sebagian dari kita mungkin cukup dengan ponsel di genggaman via mobile banking atau buka laptop melalui e-banking. Beli pulsa telepon, masih ke konter pulsa?

Tahukah Anda, di Indonesia itu ada 116 bank, puluhan juta badan usaha (besar, menengah, kecil, dan mikro), tapi hanya sedikit perusahaan/ lembaga pelaksana sistem pembayaran (payment gateway). Menurut Wikipedia, Payment Gateway adalah jasa transaksi yang disediakan oleh penyedia aplikasi perdagangan elektronik dengan cara mengotorisasi transaksi. Intinya, Payment Gateway adalah system pembayaran. Di Indonesia, perusahaan penyedia system pembayaran ada yang dimiliki oleh asing dan lokal.

Empat perusahaan sistem pembayaran lokal adalah: (1) PT Artajasa Pembayaran Elektronis pengelola jaringan ATM Bersama, Group Indosat; (2) Rintis Sejahtera (ATM Prima), Group BCA; (3) PT Sigma Cipta Caraka (ATM Link), anak perusahaan PT Telkom; dan (4) PT Daya Network Lestari (ATM Alto), group Rudy Ramli. Sedangkan dua perusahaan asing penyedia sistem pembayaran adalah Visa dan Master.

Dari berbagai sumber, Asep ZN, Marketing Manager, PT USSI Indonesia memaparkan data, transaksi ritel di luar sistem kliring (RTGS Bank Indonesia) rata-rata mencapai Rp 13 triliun per hari.  Jumlah tersebut belum termasuk dengan pembayaran di internet seperti e-commerce.  Jumlah uang elektronik yang telah beredar sampai dengan 2015, mencapai lebih dari 43 juta instrumen, dengan volume transaksi sekitar 450 juta dan nilai nominal sebesar Rp4,3 triliun. Transaksi kartu debit sebanyak 4,5 miliar di tahun 2015. Transaksi kartu kredit sebanyak 281 juta di tahun 2015.  Untuk transaksi kartu, pangsa pasar 4 perusahaan sistem pembayaran lokal, hanya 1.1%, sisanya dikuasai oleh Visa dan Master (99%).

Dihitung-hitung, “Setiap tahun, seluruh bank di Indonesia membayar Rp 25 Triliun ke Visa dan Master, Kita pakai kartu kita milik bank nasional, belanja di pusat belanja di Indonesia, tapi uangnya lari ke Amerika Serikat dulu,” kata Asep dalam presentasinya di acara silaturahmi dan sosialisasi program Koperasi Syariah 212 kepada para pimpinan Komunitas KS 212 di  Sentul City, Sabtu (8/7).

Oleh karena itulah, perusahaan teknologi asal Bandung, PT USSI, bekerjasama dengan Koperasi Syariah 212 akan meluncurkan 212 Mobile dan 212 Link dalam waktu dekat ini. 212 Mobile adalah sebuah sistem layanan aplikasi yang diperuntukan bagi Anggota KS212, untuk melakukan sejumlah transaksi keuangan digital yang dapat diakses langsung oleh anggota tersebut melalui Smartphone Android.  Meskipun, sebenarnya tidak terbatas di ponsel Android, anggota dapat menggunakan kartu anggota yang juga kartu pintar (smart card) untuk bertransaksi di merchant-merchant yang terhubung dengan Koperasi Syariah 212. Kartu pintar tersebut menggunakan teknologi Radio Frequency Identification (RFID), jadi tinggal menge-tap kartu pada scanner RFID yang disediakan oleh para merchant.

Biaya Transaksi Hanya Rp 2000 per Bulan

212 Mobile merupakan fasilitas layanan keuangan digital bagi anggota dan sebagai profit center bagi KS 212. Layaknya mobile banking, 21 Mobile bisa digunakan untuk transaksi keuangan secara menyeluruh (setor, tarik tunai, pembayaran, pembelian, pengiriman uang  dan lain-lainnya). Dari transaksi yang dilakukan anggota, ada beberapa biaya, misalnya untuk transfer antaranggota, hanya dikenakan biaya Rp 2000 per bulan, untuk berapa pun transfer yang dilakukan oleh anggota. Bayangkan, di bank nasional, per transfer bisa dikenakan Rp 6500. Jadi, kalau tiga kali transfer dalam sehari, biayanya hampir Rp20 ribu. Namun, di 212 Mobile, hanya dikenakan biaya Rp 2000 per bulan, berapapun ransefr dilakukan dan berapapun nilainya. Biaya lainnya, misalnya untuk pembelian token listrik atau pembayaran tagihan listrik hanya dikenakan biaya admin sebesar Rp 1800 per transaksi. Di bank, via ATM, kena Rp 2500.

Namun, dengan 212 Mobile bukan berarti dapat mentransfer dana ke rekening bank. Melalui aplikasi ini, transfer dilakukan antaranggota Koperasi Syariah 212 dan anggota dengan lembaga keuangan mikro (LKM). “Dengan KS212 bisa cash in cash out di lembaga keuangan mikro (LKM) lain, insyallah KS 212 menjadi payment system. Transfer antaranggota/transaksi bisa dilakukan melalui 212 Mmobile. Asal ada logo 212 Mobile, bisa dilakukan di LKM-LKM yang yang terkoneksi dengan 212 Mobile”, kata Asep menjelaskan.

KS 212 Go Digital

“Hal ini otomatis menjadikan KS212 Go Digital. Menjadi digital yang juga berarti membangun kemandirian ekonomi ummat melalui Islamic Micropayment System. Bukan hanya micropayment. jika misalnya di bank transfer Rp 1000-2000 tidak bisa, kalau di 212 Mobile bisa transfer dengan nlai kecil”, kata Asep menjelaskan lagi. Maksudnya, dengan fitur ini, pelaku usaha mikro dapat memanfaatkan fitur pembayaran 212 Mobile, yang menurut hemat Asep akan mendorong ekonomi mikro.

Sebagai sistem pembayaran keuangan mikro, Asep menambahkan manfaat lainnya.  Jika uang kita Rp 50 ribu di bank tidak ada artinya, tidak bisa diambil, malah akan habis jika saldo tidak ditambah, untuk membayar biaya administrasi. Nah, jika uang Rp 50 ribu tersebut dijadikan tabungan di KS 212 Mobile, uang itu dapat digunakan untuk bertransaksi. Dahsyatnya lagi, jika anggota Koperasi Syariah 212 mencapai 1 juta orang dan 1 juta orang tersebut menyetor Rp50 ribu per orang, per bulan, maka akan terkumpul Rp 50 Miliar per bulan.

Sementara, Ketua Koperasi Syariah 212, Dr. Muhammad Syafii Antonio, MEc, pada kesempatan yang sama mengatakan, pengembangan teknologi di Koperasi Syariah 212 adalah juga untuk memenuhi harapan anggota terhadap Koperasi Syariah 212.

“Harapan dari Bapak-bapak dan Ibu komnitas terhadap Pengurus Koperasi Syariah 212 pastilah besar. Oleh karena itu kami melihat bahwa, IT menjadi hal yang penting”, kata Syafii menjelaskan.

Menurutnya, membesarkan koperasi adalah tantangan. Ia menyontohkan, di beberapa negara, yang memiliki Carrefour adalah koperasi. Ada bebarapa koperasi yang ukurannya bahkan mencapai sebesar Badan Usaha Milik Negara (BUMN). “Nah, ini tidak mungkin tercapai tanpa teknologi dan networking. Alahamdulilah dengan ikhwah kita yang sudah lama bergerak di IT untuk keuangan mikro, namanya PT USSI akan bekerjasama menggunakan jejaring Baitul Maal wa Tamwil , yang jumlahnya 3-5000 ribu. Mereka yang bergerak di grass root”, kata Syafii menambahkan.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Omzet 212 Mart Griya Kenari Mas Rp 7-8 Juta per Hari

Omzet 212 Mart Griya Kenari Mas (GKM) pada grand opening (GO) mencapai Rp 41.150.000. Berlanjut di Rp 7-8 juta per hari ini. Peresm...

Artikel Populer