Bagikan!


Minggu, 02 Juli 2017

MUI Luncurkan Program Arus Baru Ekonomi Indonesia




Tujuannya agar umat punya budaya entrepreneurship, meningkatkan penghasilan, dan mensejahterakan.

Dalam rangka meningkatkan perekonomian umat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meluncurkan “Program Arus Baru Ekonomi Indonesia” bersama dua perusahaan besar, yiatu Medco Group dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni PT. Bahana Artha Ventura (BAV).

Peluncuran program ini sebagai tindak lanjut dari Kongres Ekonomi Umat yang telah dibuka Presiden Joko Widodo pada 22-24 April lalu di Hotel Grand Sahid Jakarta.

Dalam acara peluncuran program ini hadir founder Medco Group, Arifin Panigoro, Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin, dan juga Kepala Staf Presiden Teten Masduki.

Program ini merupakan program pemberdayaan ekonomi umat yang melibatkan banyak pihak, termasuk pondok-pondok pesantren dan berbagai Ormas Islam.

Arifin Panigoro mengatakan, sejak awal Medco Group memang berkomitmen untuk terlibat dalam gerakan pemberdayaan ekonomi umat ini. “Ini tujuannya jelas, agar masyarakat punya budaya entrepreneurship, meningkatkan penghasilan, dan pada akhirnya mensejahterakan umat,” ujar Arifin dalam sambutannya saat peluncuran “Program Arus Baru Ekonomi Indonesia” di Griya Jenggala, Jakarta Selatan, Rabu sore (21/6).

Pada kesempatan ini dalam sambutannya, Ma’ruf Amin mengatakan, MUI akan terus mendorong dan mengawal pelaksanaan program pemberdayaan ekonomi umat ini hingga seluruh Indonesia. “Dari tingkat pusat hingga MUI di daerah-daerah akan terlibat dalam gerakan ini sehingga perekonomian umat bisa terangkat,” ujar Ma’ruf.

Menurutnya, peluncuran program ini merupakan upaya untuk mempercepat pelaksanaan pemberdayaan ekonomi umat di Indonesia. Sebagai tahap awal, sejumlah pondok pesantren, ormas Islam, koperasi, dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari empat provinsi di Indonesia dilibatkan dalam program ini.

Adapun pilot project yang akan diluncurkan dalam “Program Arus Baru Ekonomi Indonesia” ini di antaranya adalah ‘Program Domba Nasional (Prodombas)’ yang melibatkan sembilan mitra usaha dan satu perusahaan inti di Provinsi Jawa Barat dan Banten. Selain itu, turut diresmikan ‘Program Konco Jagung’ di Bojonegoro, Jawa Timur. Dan terakhir adalah ‘Program Pengasuhan Bisnis’ yang melibatkan perusahaan, pondok pesantren, dan Perusahaan Modal Ventura Daerah.

“Dengan tiga pilot project tersebut, program ekonomi umat di Indonesia diharapkan akan cepat bergulir sehingga bisa membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan umat,” pungkas Ma’ruf.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Omzet 212 Mart Griya Kenari Mas Rp 7-8 Juta per Hari

Omzet 212 Mart Griya Kenari Mas (GKM) pada grand opening (GO) mencapai Rp 41.150.000. Berlanjut di Rp 7-8 juta per hari ini. Peresm...

Artikel Populer