Bagikan!


Rabu, 30 Agustus 2017

212 MART Bojong Capai Omset Tertinggi




Geliat ekonomi umat Islam nampaknya mulai bangkit di belahan bumi yang bernama Indonesia.

Hal ini terbuki dengan keseriusan para Alumni Aksi Bela Islam 212 mengelola ekonomi umat bukan sekedar wacana, namun sudah kongkrit dengan lahirnya 212 MART. Informasi terbaru 212 MART Bojong Kulur meraih omzet tertinggi saat grand launching.

Berikut informasi lengkapnya dikutip dari akun Facebook Ketua Koperasi Sejahtera Bersama Syariah (SBS) Djony Edward, Ahad (6/8/2017) yang dikutip Islamedia.

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh”

“Alhamdulillah berkat kerja berjamaah pengurus, penasihat, pengawas, manajer, anggota, distributor, tanggal 6 Agustus, 212 Mart Bojong Kulur mencatat rekor nasional untuk omzet saat grand launching sebesar Rp76 juta”

“Rekor ini mengalahkan rekor tertinggi nasional yang diraih 212 Mart Limus Pratama sepekan sebelumnya di level Rp60 juta”

“Rekor 212 Mart Limus Pratama sendiri mengambil sukses rekor Kita Mart Bojong Kulur pada April 2017 yang mencatat omzet pada grand launching sebesar Rp43 juta”

“Baik 212 Mart maupun Kita Mart Bojong Kulur adalah anak usaha Koperasi Sejahtera Bersama Syariah (Koperasi SBS) dibidang perdagangan ritel modern.”

“Anggota Koperasi SBS hingga malam ini sudah mencapai 1.025 anggota dan akan terus bertanbah, dengan total dana investasi sebesar Rp1,25 miliar, saat ini dana investasi itu telah ditanam dalam bentuk Kita Mart dan 212 Mart”

“Rekor ini sungguh sangat membanggakan, di saat industri ritel nasional sedang menurun, ditandai dengan tutupnya seluruh gerai 7 Eleven, anjloknya laba Indomart hingga 71% dan tutupnya 2 gerai Hypermart. Kata kuncinya adalah usaha ritel muslim berbasis komunitas,” demikian disampaikan Djony Edward, SPd, MM.







Sementara itu, kabar tidak sedap datang dari minimarket ritel modern yang bernama Alfamart dan Indomaret pada lokasi yang sama, yaitu di Bojong. Keduanya ditutup oleh pemerintah setempat karena tidak adanya izin.

Dilansir laman wartadesa.net (24/7/17), Petugas Satpol PP didampingi oleh pihak TNI/Polri melakukan penutupan toko modern berjejaring, Senin (24/7). “Pagi tadi sekitar pukul 10.00 WIB, petugas Satpol PP menutup Indomart di Wangandowo,” tutur warga yang turut menyaksikan penutupan toko modern ilegal (belum berijin) tersebut.




Sebelumnya, Edi Widiyanto mengungkapkan pihaknya tidak takut untuk menutup toko modern ilegal di Pekalongan. “Tentu itu tidak benar, kami bekerja sesuai aturan yang ada. Sebagai langkah awal, ada dua toko modern yang akan kami tutup, yakni alfamart di Pekuncen Wiradesa dan Indomart di Wangandowo, Bojong,” ujarnya disela-sela kunjungan kerja pimpinan dan anggota Komisi A DPRD Kabupaten Pekalongan, Jumat (21/7).

Sumber : Gemarakyat.id




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Omzet 212 Mart Griya Kenari Mas Rp 7-8 Juta per Hari

Omzet 212 Mart Griya Kenari Mas (GKM) pada grand opening (GO) mencapai Rp 41.150.000. Berlanjut di Rp 7-8 juta per hari ini. Peresm...

Artikel Populer