Bagikan!


Selasa, 22 Agustus 2017

Tak Diliput Media, Rp 199 Juta, Omzet 212Mart Magelang




Dengan cara inovatif, penjualan 212Mart Magelang tembus Rp 199 juta jelang Idul Fitri 1438H lalu.

Inovasinya adalah dengan tidak hanya mengandalkan penjualan di dalam gerai, tapi juga di luarnya. Dengan cara, penjualan langsung ke jamaah-jamaah pengajian di Kota dan Kabupaten Magelang. Penawarannya berbentuk paket sembako dan consumer goods senilai Rp 50 ribu sampai Rp 450 ribu per paket. Itupun pembeli bisa top up dan memilih paketnya apa saja.

Gerai 212Mart Magelang sebenarnya sudah soft launching dari bulan Juni 2017, namun baru Grand Opening (GO) pada Sabtu (12/8).

Nah, inovasi itu adalah pada program promosi pra GO, 212 Mart Magelang menawarkan paket lebaran 1438 H itu. Penawaran dilakukan mulai pertengahan Ramadhan 1438 H. “Alhamdulillah, 212 Mart magelang menerima pesanan sekitar 2000 paket senilai Rp. 199.700.000. Pesanan yang berasal dari perseorangan maupun sejumlah instansi di Magelang dan dapat diselesaikan dalam tiga hari sebelum Idul Fitri”, kata Ustad Welly Eka, Ketua Komunitas Koperasi Syariah 212 Magelang kepada Koperasi Syariah 212 dihubungi Selasa (15/8).

Gerai 212 Mart Magelang didirikan dengan berbadan hukum PT Salsabilla Gemilang Sejahtera (SGS). Berbeda dengan PT Berkah Anak Negeri (Berani) yang mendirikan 212Mart Medan, PT SGS tidak mengubah AD/ART-nya menjadi ratusan pemegang sahamnya. Di dalam AD/ ART-nya PT SGS hanya ada lima nama pemegang saham yang masing-masing kemudian mewakili 20-an anggota Komunitas Koperasi Syariah 212 Magelang.

Adapun, tiap anggota Komunitas Koperasi Syariah 212 Magelang, menyetor antara Rp500 ribu sampai Rp 10 juta. Terkumpul Rp 192 Juta saat pendirian di Juli lalu, gerai ini tidak mengambil tipe yang yang sama dengan yang di sekitaran Jabodetabek. Berbeda karena, PT Hydro Perdana Retailindo (Hydro) sebagai distribution center (DC) belum memiliki jaringan hingga Magelang. Sehingga, komunitas pun mencari supplier sendiri.

“Ada beberapa yang masuk sendiri, ada yang kami cari”, kata Ustad Welly Eka. Pun dengan komputer dan system point of sales (PoS), komunitas swadaya saja.

Jamaah Pengajian dan Alumni Haji
Siapa investor 212Mart Magelang? Menurut Ustad Welly, memang masih didominasi jamaah pengajian dan alumni haji. Jamaah ini mengikuti kajian rutin di dua tempat di Magelang, satu di Kota dan satu di Kabupaten Magelang. Rerata, tiap kajian dihadiri oleh 400 orang.  Memang, banyak dari mereka adalah alumni haji. “Kebetulan saya ketua alumni haji dari travel Al Ittihad, Magelang. Travel ini dimiliki oleh PT Taqwa”, kata Ustad Welly menjelaskan.

Nah, para alumni haji ini yang kebetulan ke Jakarta dan Bogor mengikuti pendirian Koperasi Syariah 212 Januari lalu di Bogor. Lalu membuat komunitas, mendapatkan pengesahan dari Koperasi Syariah 212, lalu mendirikan PT PT SGS itu, untuk menjalankan bisni ritel 212Mart.

Pada hari pembukaan lalu, alhamdulilah dalam waktu beberapa ja, dari jam 14.00 WIB sampai jam 17.00 WIB, itupun terpotong mesin register yang hang, gerai 212Mart Magelang mampu membukukan transaksi hingga Rp 6 Juta. Itu yang terekam, karena ketika komputer registernya hang, pencatatan dilakukan manual.

“Hasil bahasan di kami, kami punya beberapa planning untuk mendirikan gerai 212 Mart di beberapa titik, memanfaatkan toko-toko milik anggota. Nanti akan dipasang plang ‘Mitra 212’. Dipasang di warung masjid dan warung rumahan”, kata ustad Welly menjelaskan.

Komunitas Koperasi Syariah 212 Magelang juga berharap dapat mendirikan DC untuk wilayah Jawa Tengah. Namun itu kalau pihak Koperasi Syariah 212 tidak memberikan DC. Pihaknya juga mengaku siap menjalin komunikasi dan kerjasama dengan Komunitas lain di Solo dan Semarang untuk membuat DC sendiri untuk Jawa Tengah jika tidak ada DC dari pusat.

Berharap Dukungan SDI
Ustad Welly yang berprofesi di bidang dakwah ini berharap, “Dukungan dan bimbingan dari pusat kepada daerah, terutama di bidang sumber daya insani”, kata Ustad Welly. Hal ini penting untuk Magelang, karena menurutnya, Komunitas Koperasi Syariah 212 Magelang berbeda dengan Komunitas Koperasi Syariah 212 lainnya, terutama yang di Jabodetabek.

“Kalau di Jabodetabek, ramai. Teman-teman di sana baayak yang professional, ada yang memang bidangnya bisnis. Kalau yang di Magelang ini kebanyakan jamaah pengajian jadi kemampuan bisnisnya kurang. Namun, semangat untuk belajar besar”, kata Ustad Welly.

Minimarket 212 Mart Magelang terletak di Jalan Pahlawan 106 A Potrobangsan Magelang. Tepatnya setelah Superindo, sederet dengan ruko Ayam Prekju dan Ahmad Dhani Music School. Selain barang dagangan consumer goods biasa, di 212 Mart Magelang ini dapat kita temukan aneka macam produk UKM yang diproduksi oleh anggota Komunitas Koperasi Syariah 212 Magelang seperti, Gula Pasir, Slondok, Kripik Ketela, dan masih banyak yang lainya. Semua barang dagangan yang ada di 212 Mart di jamin halal, tidak menjual rokok dan alat- alat kontrasepsi. Dan yang yang membedakan 212 Mart dengan minimarket- minimarket lain selama waktu shalat tutup selama 15 menit.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Grand Opening, 212 Mart Semarang Raup Omzet Rp 13 Juta Lebih

Tidak ada target khusus, berapapun omzet 212 Mart Semarang saat grand opening akan disyukuri karena itu berkah dari Allah SWT. Ger...

Artikel Populer