Bagikan!


Rabu, 13 September 2017

212 Mart Tangerang Diresmikan




Omzet yang diraih pada Grand Opening (GO) 212 Mart Tangerang mencapai Rp 26 juta lebih.

212 Mart Tangerang diresmikan oleh Camat Pinang M. Agun Djumhendi, pada Minggu (10/9), tepatnya di Ruko Buana Gardenia, Kelurahan Pinang, Kecamatan Pinang, Tangerang, Banten.

Ketua Koperasi Muslim Bersatu Maju Sejahtera (KMBMS), Achmad Sudedi menyampaikan, latar belakang didirikannya 212 Mart ini karena melihat besarnya potensi umat Islam, khususnya di Kota Tangerang.

“Sebelumnya kami sempat survei dulu untuk kemudian sepakat dan yakin untuk membangun mini market berkonsep Islami ini. Alhamdulilah 212 Mart Tangerang telah diresmikan,” kata Sudedi kepada Koperasi Syariah 212 Pusat, dihubungi, Senin (10/9).

Sudedi menjelaskan, 212 Mart Tangerang ini berada di bawah payung hukum KMBMS. Adapun anggotanya sudah mencapai 126 orang, dengan dana penyertaan untuk mendirikan 212 Mart Tangerang ini adalah kisaran Rp 1 sampai 10 juta per orangnya.



Modal Rp500 Juta
”Alhamdulilah dana yang terkumpul mencapai Rp 500 juta, hingga bisa meresmikan 212 Mart Tangerang Tipe B ini. Sewa ruko sebesar Rp 40 juta pertahun, sudah dibayarkan untuk tiga tahun ke depan yakni sebesar Rp 120 juta,” ungkapnya.

Adapun target omzet yang diarahkan Koperasi Syariah 212 (KS212) adalah Rp 7 – 8 juta perhari. Jika dihitung rata-rata, misalnya perhari omzetnya Rp 8 juta, maka dalam sebulan bisa mencapai Rp 240 juta. Namun demikian, kata dia, pihaknya menargetkan omzet perhari di kirasan Rp 10-12 juta. ”Alhamdulilah, saat grand opening 212 Mart ini mencapai omzet Rp 26.909.000,” kata Sudedi.

Untuk mencapai target omzet tersebut, Sudedi menghimbau agar anggota KMBS berkomitmen untuk belanja di 212 Mart Tangerang ini yang telah menjadi toko umat. Menurutnya, 212 Mart ini dari umat, oleh umat, dan untuk umat sehingga diperlukan sinergi untuk mengembangkannya.

Terkait bagi hasil investor, Sudedi menjelaskan, dalam koperasi itu pembagian keuntungannya disebut Sisa Hasil Usaha (SHU). Dari SHU itu sesuai aturan, 20 persen dipakai untuk cadangan modal atau pengembangan usaha. Lalu, 10-30 persennya akan dipakai untuk program kepentingan umat seperti sosial. Setelah itu, 60-70 persennya dibagikan untuk anggota atau investor. ”Nah, investor ini ada dua keuntungan yaitu nilai investasi yang disimpan dan nilai transaksi belanja,” ujar Sudedi.

Selain itu, kata Sudedi,ada juga bagi anggota biasa dengan pembelian Rp 100 ribu akan mendapatkan poin kelipatan. Misalnya, belanja Rp 100 ribu, maka dapat poin Rp 10.000, atau belanja Rp 10.000 dapat poin Rp 1000.



Tidak Menjual Rokok
Yang berbeda dengan mini mart lainnya, 212 Mart ini tidak menjual rokok atau minuman keras serta tidak menjual alat kontrasepsi dan produk non halal.

Dalam pengembangannya juga akan memfasilitasi para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) memasarkan produk-produknya. Karena menurut Sudedi, penyertaan UKM menjadi tujuan 212 Mart dalam upaya membangkitkan ekonomi umat Muslim Indonesia, terkhusus di Tangerang.

”Tujuan kita, UKM jangan sampai dihambat. Berkomitmen dibantu tapi dengan syarat ketentuan berlaku yaitu higenis, halal, berkualitas dan multi price. Produk yang masuk ke 212 Mart ini langsung dari produsen, bukan dia memasarkan produk orang lain,” papar Sudedi.

Sudedi menyakini bahwa konsep mini market Islami ini mampu meraih perhatian masyarakat, khususnya para anggota koperasi. Menurutnya, kedepan sudah ada rencana akan membuka satu gerai 212 Mart lagi, yaitu di kawasan Pinang Griya.

”Untuk ekspansi ke depan, insyaAllah, kami akan terus bergerak, rencananya akan dibuka pada Desember 2017 atau Januari awal 2018 di Pinang Griya,” jelas Sudedi.

Didukung Dinas Koperasi
Menurut Sudedi, ghirah umat akan kebangkitan ekonomi umat Muslim terkhusus di Tangerang sangat tinggi hingga bisa mendirikan 212 Mart ini. Dirinya sangat optimis 212 Mart ini akan berkembang apalagi telah mendapat dukungan dari Dinas Koperasi Kota Tangerang.

Terbukti dukungan itu pun, kata Sudedi, dirinya diminta untuk menyosialisasikan pendirian 212 Mart di Kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Tangerang.

Dirinya mengisahkan pada Jumat pekan lalu, ia pun menyosilisasikan 212 Mart ini di hadapan karyawan Pemda Tangerang di kantornya. Lewat Komunitas Benteng 212 yang membawahi mereka, berencana akan mendirikan 212 Mart di lingkungan kantor Pemda.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Omzet 212 Mart Griya Kenari Mas Rp 7-8 Juta per Hari

Omzet 212 Mart Griya Kenari Mas (GKM) pada grand opening (GO) mencapai Rp 41.150.000. Berlanjut di Rp 7-8 juta per hari ini. Peresm...

Artikel Populer