Bagikan!


Senin, 11 September 2017

Mini Market Islami Harus Terapkan Sharing Ekonomi




Dalam mengelola mini market Islami, ummat perlu dilibatkan tidak hanya sebagai konsumen, tapi juga produsen dan bahkan pemilik.

Ketua Majelis Taklim Wirausaha (MTW) – Valentino Dinsi mengatakan, pada usaha mini market yang paling ideal adalah terjadinya sharing ekonomi. Sharing ekonomi ini, jelas Valentino, menjadi tren global karena adanya keterlibatan umat untuk berjamaah dalam upaya membangkitkan ekonomi umat, dan hasilnya pun dibagi bersama-sama.

Valentino lalu mencontohkan penerapan sharing ekonomi pada usaha mini market KITAMart di Bojong Kulur, Bogor.

“Jadi, KITAMart Bojongkulur ini model minimarket paling ideal, disebut sharing ekonomi dan menjadi tren global saat ini,” ujar Valentino dalam acara “Kebangkitan Ekonomi Umat”, di Masjid Assyifa, Bojongkulur, Bogor, Jawa Barat, Minggu (13/5).

Menurut Valentino, ummat Islam tidak boleh terus-menerus menjadi objek ekonomi, target produsen yang hanya memperkaya segelintir orang saja dan agar kekayaan tidak beredar hanya di kalangan orang tertentu saja.

Untuk itu, tegas Valentino, ummat perlu dilibatkan tidak hanya sebagai konsumen tapi juga produsen, bahkan sekaligus pemilik.

”Maka, KITAMart hadir di tengah ummat. Inilah inti dari sharing economy yang menjadi inti dari ekonomi syariah,” ungkap Valentino.

Kembali dia menyampaikan, bahwa sharing ekonomi merupakan inti daripada ekonomi syariah sebagaimana dalam Al-Quran dijelaskan :”Hendaklah kamu tolong menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan” (Al Maidah ayah 2).

”Ayatnya sangat jelas, tolong menolong kamu didalam kebaikan dan ketaqwaan. Dimana bisa dilihat bahwa KITAMart Bojongkulur ini dimiliki oleh 70 masjid dan mushola dan 570 jamaah kepemilikannya,” ujar Ustad Valentino.

Ini jelas dia, mengandung arti bahwa 570 orang jamaah itu sebagai konsumen wajib berbelanja di KITAMart, maka dia juga menjamin kemajuan bisnis minimar Islami ini ditambah lagi letaknya yang strategis dan terpenting lagi peran para ulama dalam mensosialisasikan dan mengajak umat Muslim belanja di KITAMart milik umat ini.

”Tempat strategis dan komunitas jamaah Muslim itu menjadikan omzet mini mart Islami ini jadi berlipat belum lagi peran ulama dalam mengajak umat belanja ke KITAMart. Ini mendorong omzet berlimpah juga,” demikian Valentino Dinsi.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Omzet 212 Mart Griya Kenari Mas Rp 7-8 Juta per Hari

Omzet 212 Mart Griya Kenari Mas (GKM) pada grand opening (GO) mencapai Rp 41.150.000. Berlanjut di Rp 7-8 juta per hari ini. Peresm...

Artikel Populer